Menghemat Pemakaian Listrik

Akhir tahun ini banyak sekali program promo dari produsen lampu yang terkenal. Misalnya Philips yang memangkas harga hingga 15 ribu rupiah dari beberapa lampu yang sedang di promosikannya.
Lampu yang saya maksud tentunya jenis LED yang hemat energy. Memang sih kalau dilihat dari kotak kemasan ada perbandingan yang signifikan, lampu LED lebih hemat.. hemat.. hemat..

Sejak oktober 2013 ini beberapa lampu di rumah jalan Cemara sudah saya gantikan dengan lampu jenis LED. Berikut titik lampu yang dipasang di rumah besar.

No Lokasi Watt No Lokasi Watt
1 Teras depan (F) 18 14 Kamar tidur (F) 14
2 Teras depan (F) 18 15 Kamar tidur (F) 14
3 Teras depan (F) 18 16 Kamar tidur (F) 14
4 Teras depan (F) 23 17 Kamar tidur (F) 14
5 Ruang tamu (TL) 22 18 Kamar tidur (N) 14
6 Ruang tamu (TL) 22 19 Dapur (F) 18
7 Ruang tamu (TL) 36 20 Dapur (F) 18
8 Ruang kerja (F) 11 21 Dapur (F) 14
9 Musholla (F) 18 22 Dapur bawah (TL) 35
10 Ruang jahit (F) 18 23 Kamar mandi (F) 11
11 Kamar tidur (F) 14 24 Kamar mandi (F) 11
12 Kamar tidur (F) 14 25 Kamar mandi (F) 11
13 Kamar tidur (F) 14 26 Taman (F) 36

Secara bertahap lampu-lampu itu akan di gantiin dengan jenis LED. Terutama jenis TL yang lumayan boros karena masih juga harus beli sekring. Meskipun tahan lama dan terang sekali, tetapi tidak efisien dalam anggaran.
Berikut perbandingan antara lampu terkini :

ilustrasi-led

Mudah-mudahan efektip dan efisien setelah mengganti lampu-lampu itu..

Penyelenggaraan Program Studi Di Luar Domisili (Bukan Kelas Jauh)

Kelas jauh merupakan bentuk penyelenggaraan program studi oleh satuan pendidikan tinggi di luar domisili perguruan tinggi yang tidak memiliki izin penyelenggaraan yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional. Dalam Surat Edaran Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti Nomor. 595/D5.1/2007 tanggal 27 Februari 2007 dijelaskan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi sejak tahun 1997 telah melarang penyelenggaraan pendidikan model kelas jauh ini dan telah menetapkan bahwa ijazah yang dikeluarkan tidak sah dan tidak dapat digunakan terhadap pengangkatan maupun pembinaan jenjang karir/penyetaraan bagi Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan Polri. Perkuliahan yang dilakukan dengan metode kelas jauh ini dilarang pemerintah karena dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran terhadap kaidah/norma/hakekat perguruan tinggi. Ijazah yang diperoleh dari perkuliahan kelas jauh tidak dapat digunakan atau tidak memiliki “civil effect” terhadap pengangkatan maupun pembinaan jenjang karir/penyetaraan bagi pegawai negeri.
Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 pasal 89 ayat 1 yang berbunyi pengelolaan pembelajaran pada perguruan tinggi dapat diselenggarakan melalui program studi di luar domisili perguruan tinggi (bukan kelas jauh). Hal ini juga harus dirujuk pasal 219 PP Nomor 17 tahun 2010 yang berbunyi pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. Selain itu, juga harus dirujuk pasal 220 Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010, karena sampai saat ini aturan-aturan yang melarang tentang penyelenggaran kelas jauh masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2009, seperti yang tercantum dalam pasal 1 ayat 2 yang dimaksud dengan penyelenggaraan program studi di luar domisili adalah pelaksanaan kegiatan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi di luar domisili perguruan tinggi sebagaimana dicantumkan dalam izin pendirian perguruan tinggi dan/atau izin penyelenggaraan program studi yang ditetapkan oleh Kementrian.
Dalam pelaksanaannya, penyelenggaraan program studi yang diselenggarakan di luar domisili perguruan tinggi hasrus mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 30 Tentang Penyelenggaraan Program Studi Di Luar Domisili Perguruan Tinggi. Hal ini disebutkan dalam pasal 3 ayat (1), yaitu penyelenggaraan program studi di luar domisili wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut, di antaranya adalah:
• butir a yang berbunyi program studi di luar domisili melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi secara utuh, konsisten, dan berkelanjutan yang antara lain tercermin dari penyediaan anggarannya;
• butir b yang berbunyi perguruan tinggi penyelenggara program studi di luar domisili telah memperoleh akreditasi A untuk program studi yang sama di domisili perguruan tinggi tersebut;
dan ayat 2 yang menyebutkan, perguruan tinggi penyelenggara program studi di luar domisili wajib mengajukan izin kepada Menteri dengan melampirkan bukti pemenuhan syarat sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (1). Juga dalam pasal 2 ayat (2) disebutkan penyelenggaraan program studi di luar domisili dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas publik perguruan tinggi dengan mutu setara dengan program studi yang sama di domisili perguruan tinggi tersebut.
Sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan akses warga negara pada peningkatan pendidikan tinggi yang bermutu, penyelenggaraan program studi di luar domisili perguruan tinggi memang tidak dilarang selama mengikuti prosedur dan persyaratan yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Oleh karena itu, apabila perguruan tinggi swasta masih tetap ngotot menyelenggarakan program studi di luar domisili di luar ketentuan yang sudah ditetapkan, maka hal tersebut tetap dikategorikan sebagai kelas jauh dan tidak dapat dibenarkan.
Koordinator Kopertis Wilayah X
Prof. Dr. Damsar, MA

copas : http://www.kopertis10.or.id/?p=252

Kuliah Komputer di Rantauprapat

Saat ini warga Rantauprapat dapat bergembira atas kehadiran Universitas Al Washliyah Labuhanbatu. UNIVA Labuhanbatu Rantauprapat merupakan kampus pengembangan dari STAI Labuhanbatu Rantauprapat. Sejak Agustus 2008 telah mendapat izin operasional dari Dirjen DIKTI. Program studi yang kini sedang berkembang yaitu Program Studi Teknik Informatika Jenjang Strata 1 (S-1). Ini merupakan kuliah komputer jenjang S1 satu-satunya di Rantauprapat yang telah memiliki izin. Karena ada juga yang membuka prodi yang sama tetapi belum punya izin. Meskipun banyak kampus komputer di Rantauprapat, tetapi masih berjenjang Diploma III. Selain itu biaya kuliah di DIII juga lebih mahal dari S1. Pada tahun ini (2013) biaya kuliah di FT TI UNIVA Labuhanbatu masih seperti tahun 2008, yakni Rp.3.000.000,-/tahun. Diasuh oleh dosen-dosen yang berkualifikasi dibidangnya, menjadikan kampus komputer ini menjadi pilihan di Labuhanbatu dan sekitarnya. Hingga saat ini beberapa fasilitas sedang ditingkatkan, seperti E-Library, E-Learning, serta akses internet hingga 10 Mbps. FT TI UNIVA Labuhanbatu membuka kesempatan kepada lulusan SMA, SMK serta Paket C untuk dapat melanjutkan pendidikan. Informasi pendaftaran dapat menghubungi 0823 69 888200.

update : SK Akreditasi BAN-PT No.145/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2014

Mimpiku Untuk Labuhanbatu

Saya sedang bermimpi tentang Kota Rantauprapat tahun 2020. Tapi, sebelum saya bercerita kita tengok tahun 2000 atau 10 tahun lalu.
Tahun 2000 tahun millenium kata orang, semua serba canggih dan memanfaatkan mesin disegala bidang. Itu katanya penyanyi nasyid dengan judul “Tahun 2000”.
Tidak untuk Rantauprapat. Berawal dengan pergantian Bupati yang di anggap bisa melakukan perubahan besar, yang dapat membuka lapangan kerja, yang bisa memajukan pendidikan, menyehatkan masyarakat dan tidak gagap teknologi.
Ingatlah sejak tahun 2000 hingga tahun 2010, apa yang sudah di hasilkan? Pesisir pantai tetap tak terjamah, pelabuhan di Ajamu terlalu dangkal. Mana bisa kapal RORO masuk, apalagi tangker minyak..
Lihat peta di Kantor Bapeda, itu sih karya Google Earth? Informasi pariwisata pun tak jolas, apalagi bidang teknologi. Apa ada di Ranto ini stasiun TV Lokal? Radio Pemda saja pun kena Segel Balmon… parah!
Pendidikan pun begitu. Tolong tunjukkan siapa pelajar dan mahasiswa yang berprestasi yang sudah di biayai pemda dan pulang kampung berbagi ilmu di Ranto ini…
Infrastruktur bergerak lamban. GOR selesai 2010 seharusnya gak perlu pake ambruk loh.., Pajak Glugur ntah kapan bergeliat, Terminal di Jl.Adam Malik mirip jin buang anak, Proyek jalan Lingkar Aek Paing seperti proyek siluman, Rumah Sakit (sejak Ka RS diganti) jadi kotor tak terawat.. ah, malu aku mengaku orang Ranto.
Ika Bina en Pabolo ternyata hanya nyanyian. Tak pernah tertanam dalam hati sanubari para pemimpin kita. Mana yang dibina Pak? Bu?.. MTQ tak pernah menang .. Olimpiade tingkat pelajar pulang membawa badge peserta saja.. tak ada Piala atau Piagam.
Pendidikan..
Ya, sektor ini harus dikembangkan. Sekolah harus jadi tempat yang menyenangkan. Fasiltas harus merata, pemda harus bisa membantu sekolah swasta. Jangan di korupsilah uang pengadaan barang itu.
Jangan lagi di ‘sunat’ gaji Guru, jangan lagi Kadis meminta setoran ke bawahannya. Jangan lagi menghamburkan uang membayar papan bunga hanya untuk merame-ramekan.
Tahun 2020 aku bermimpi..
Sekolah dengan fasiltas teknologi canggih, Universitas segala jurusan. Rantauprapat punya teropong bintang, akses internet super cepat. Bandara bertaraf nasional, tak ada angkot kelas Espass, tapi bus sebesar ALS. Sei Bilah jadi tempat pariwisata yang indah, ada transportasi air Ranto – Negeri Lama – Sei Berombang. Ranto juga punya kebun binatang.
Ranto punya taman kota yang udaranya bersih, bukan lapangan Ika Bina, bukan juga Binaraga. Itu kantor polisi dipindah saja ke Simp.Kamp.Baru. Ada rumah kosong disitu. Kantor Polisi sekarang jadi taman. Trus ada jalan pintas dari Jalan baru menyusuri sungai bilah sampai Jalan Thamrin. wow.. keren.. Kalau jalan dari Pekan Lama ke si Buaya tinggal di perlebar saja..
Jembatan di Linggahara sudah terwujud, dan jembatan Sei Bilah yang roboh dibangun lagi (2 jalur). Tak ada lagi Banjir di Binaraga, Siringo-ringo. Sistem kanal dan drainase diperbaiki.
Ah.. kita memang butuh perubahan.

Internet dari CDMA apa GSM ya?

Sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita baca apa itu CDMA apa itu GSM.

Code division multiple access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.

Dalam perkembangan teknologi telekomunikasi telepon selular terutama yang berkaitan dengan generasi ke-tiga (3G), CDMA menjadi teknologi pilihan masa depan. CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai oleh Qualcomm.

Global System for Mobile Communication disingkat GSM adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.

Halah, jadi bingung.. hehehe..

Oke, kita ambil contoh CDMA pake Flexi.

  • Harga modem kisaran Rp.400 rb
  • Tarif bulanan Rp.50 rb
  • Kecepatan akses 153 kbps

Sekarang kita ambil contoh GSM dari Flash Telkomsel

  • Harga modem kisatan Rp.450 rb
  • Tarif bulanan Rp.100 rb
  • Kecepatan akses 384 kbps (Kecepatan akses diturunkan hingga (maks) 64 kbps apabila penggunaan melewati  batas 500 Mb. Pelanggan tidak akan dikenakan biaya tambahan.

Gimana? biasanya ada harga ada rupa. Nah, kalo pengen coba-coba jangan yang murah. Rugi! Lebih baik beli yang mahal tapi puas..

Contohnya, langganan internet Stationet. Kalo ini silahkan simak di halaman ini.