Ubuntu 16.04 XX – repository dan update

xerus_orange_hex

Kadang perintah di terminal lupa petunjuknya. Jadi, supaya tidak lupa lagi baiknya kutuliskan disini.

Mengubah Repository ke server lokal

  1. Jalankan terminal dengan shortcut CTRL + ALT + T
  2. Ketikkan perintah sudo gedit /etc/apt/sources.list dan ENTER
  3. Masukkan password root lalu ENTER
  4. Gantilah baris-baris default repository dan gantikan baris repository lokal.

Alamat Repository Lokal Ubuntu 16.04 Xenial Xerus

Server Kambing UI

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-updates main restricted universe multivers
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-security main restricted universe multivers
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-backports main restricted universe multivers
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-proposed main restricted universe multiverse
Simpanlah list tersebut dengan menekan tombol SAVE.

Membangun Warnet LINUX dengan Speedy

Ini lanjutan tentang warung internet dengan sistem operasi Linux. Saya ambil contoh sederhana, mungkin sangat-sangat sederhana.

Bahan-bahan, (seperti masak-memasak ya… 😉 )

  • Akses Internet Speedy
  • Gunakan modem yang sudah mendukung Router. Bisa pakai TP-Link TD-8811
  • Switch/ Hub 16 port merek TP-Link
  • Komputer USER (Speedy 1 Mb/s masih oke di 14 user)
  • Komputer BILLING (optional)

Nah, ayo kita ramu.

Install Zencafe 1.4 di komputer user. Petunjuknya bisa di ambil di halaman Download
Pastikan jaringan LAN telah tersambung dengan baik. Untuk itu perlu pengaturan sbb :

Modem 192.168.1.1  Network mask 255.255.255.0

User 1 IP Addressnya : 192.168.1.2 Network mask 255.255.255.0 DNS1 203.130.206.250 Gateway : 192.168.1.1

User 2 dan seterusnya cuma mengganti Ip Address yang merah itu diatas.

Ubahlah setingan di modem, yaitu Nomor Speedy dan Password di tanamkan di modem (PPPoE). Cari sendiri cara nya ya..  Gunanya, jika modem dinyalakan maka koneksi langsung tersebar ke Switch dan disalurkan ke komputer User.

Nah, DNS speedy kadang lemot, gunakan saja DNS2 nya dari OpenDNS 208.67.222.222. Itu untuk jaga-jaga mana tau ada server yang sedikit bermasalah dengan kecepatan akses.

Zencafe secara default tidak bisa digunakan untuk nonton youtube. Perlu flash player di Iceweaselnya. Untuk itu jalankan Internetnya (Iceweasel), trus buka saja situs www.adobe.com Cari plug in nya.

Menginstall nya gak rumit koq, file hasil download di ekstrak saja, misal ke Document. Nah, dari terminal (ini hebatnya linux…) masuk ke folder Document, cari folder hasil ekstrak tadi. Lalu ketikkan installernya. Ikuti saja perintahnya… paling Yes… No… Enter… hehehehe. Silahkan, browsing video kesukaan anda.

Zencafe menyediakan pembeku ala “deep freeze’ atau billing yang handal (CCL).  Di petunjuk instalasi ada juga petunjuk pemakaiannya. Kalau mau pakai billing berarti ada satu komputer yang harus dijadikan billing.

Spesifikasinya :

  • Pentium III
  • Memori 128
  • Harddisk 10 Gb yang IDE (hindari S-ATA)
  • Motherboard dengan VGA Onboard. VGA sebaiknya Intel atau NVidia.
  • Port USB. User sering menanyakan “Mbak, bisa pakai Flash drive?” hohohoho BISA!

Fitur lain Zencafe :

  • Iceweasel / mirip Mozilla Firefox
  • XChat / mirip mIRC
  • Gyache I / mirip Yahoo Messenger
  • Audacious / mirip Winamp (format mp3 etc)
  • Mplayer / mirip Power DVD (bisa putar format flv)

Kalau ada masalah, silahkan bergabung di IRC #awali. Ditunggu ya.

Aplikasi di Linux

Jika selama ini anda adalah pemakai sistem operasi buatan Microsoft yaitu Windows, dan bingung setelah migrasi ke Linux, jangan khawatir…. ini dia aplikasinya.

Software Open Source
Windows XP GNU Linux
MS Office 2004 Open Office, KOffice
Adobe Photoshop 7 Gimp, Krita
Adobe Acrobat Profesional 7 Open Office, Scribus
Adobe PageMaker 7 Scribus
Macromedia Dreamweaver 8 Nvu, Bluefish, Quanta
Macromedia FreeHand Inkscape, Sketch, Skencil
Macromedia Flash Flash 4 Linux
Norton Internet Security 3.0 Clam AV
Quicken 2006 GNU Cash
3DSMax Blender
Adobe Premiere / Pinnacle Studio KDEnlive, Kino, Cinerama, Linux Video Studio
Yahoo Messenger Gyachee Improved
MIRC XChat, Pidgin
Winamp Audiocious
Window Media Player Mplayer
Word Open Office Writer
Excel Open Office Calc
Powerpoint Open Office Impress
Internet Explorer Iceweasel, Firefox
Adobe Reader Evince
dan lain-lain…. 😉

Membangun Warnet Linux

Menurut hasil tanya sana-sini ternyata masih banyak juga Warnet (Warung Internet) di Sumatera Utara yang masih menggunakan Ms. Windows bajakan yang di pasang di komputer pelanggan. Kalau anda ke Medan, lalu masuk warnet, yang di dapatkan komputer dengan sistem operasi Windows. Kebanyakan saat ini menggunakan Windows XP. Ada juga yang pakai Windows 2000, bahkan masih nekat pakai windows 98. Menurut
pengakuan si umpunya jelas itu bajakan, dan dia tau kalau resikonya besar. Bahkan ada yang ngasi setoran antara 500rb s.d 2 Juta/bulan buat Pak Polisi. Weleh…
Nah, saatnya anda berubah pikiran. Katakan Tidak Untuk BAJAKAN. Gunakan yang legal. “Bang, kalo beli windows itu kan mahal?” pasti itu pertanyaan anda. “Kenapa gak pakai Linux?” jawabku deh.
“Linux itu gak ada yang tau cara makenya, susah…” Katamu.
“Sapa bilang?, sekarang silahkan datang ke statioNET Rantauprapat. Gunakan untuk browsing, chatting, streaming youtube atau buka maps google… encer…” jawabku.
Hehehee…. kalau anda betul-betul ada niat membangun warung internet, cobalah dengan Linux. Kalau mau pakai distro Ubuntu, Mandriva, PCLinuxOS, atau Zencafe. Saya akan berikan gratis CD masternya.
Untuk Zencafe, sudah ada billing dan ‘deepfreeze’ nya. Instalasinya juga gampang, kalau mau dibuat dual boot juga oke. Konfigurasi network, file sharing hmmm… semua sudah ada panduannya.
Kelemahan linux cuma 1, yaitu virus windows kebanyakan tak jalan di Linux. Bingung kan???
Itulah kelemahan sekaligus kelebihan Linux. No Virus, No Spyware, No polisi pengemis.

Desktop Linux

Tidak seperti di Windows yang hanya menyediakan satu jenis Desktop, di Linux, anda akan menemui banyak sekali Desktop. Ini merupakan kelebihan dari Linux, sehingga anda bisa memilih desktop mana yang cocok anda gunakan dan fasilitasnya sesuai yang anda inginkan.

KDE

KDE merupakan desktop Linux yang banyak digunakan saat ini, desktop ini memiliki segmentasi pasar untuk orang yang menyukai desktop yang mudah dikonfigurasi dan dengan aplikasi yang sangat lengkap. Ini ditandai dengan banyaknya aplikasi (dan hampir semua jenis aplikasi ada disini) serta konfigurasi desktop yang sampai hal – hal yang kecil seperti kelakuan window pada saat di double klik.

Desktop ini menggunakan pustaka QT (bukan QuickTime) sebagai pustaka grafisnya, sehingga aplikasi yang berbasis QT akan bisa menyesuaikan diri dengan desktop KDE. Tema untuk desktop KDE juga sangat banyak, anda bisa mendapatkannya di situs http://www.kde-look.org. Disana sudah tersedia berbagai macam tema untuk berbagai aspek di desktop KDE seperti Icon, Window, Mouse Pointer, Style,dsb.

KDE juga sangat cocok bagi pengguna yang baru mengenal Linux, setelah sebelumnya menggunakan Windows. Tetapi, KDE tidaklah cocok bagi orang yang menginginkan kesederhaan desktop atau orang yang baru mengenal komputer karena bisa dianggap terlalu kompleks.

GNOME (GNU Network Model Object Environment, http://www.gnome.org)

GNOME merupakan desktop yang banyak digunakan saat ini selain KDE. Tidak seperti KDE yang mengedepankan kelengkapan konfigurasi, di GNOME malah mengutamakan kesederhanaan dalam konfigurasi. Karena saking sederhananya, anda tidak perlu menekan tombol OK atau Apply untuk menerapkan suatu konfigurasi pada desktopnya. Cukup satu klik, aplikasi langsung jalan.

Jika KDE menggunakan QT, maka GNOME menggunakan pustaka grafis GTK2. GNOME juga tidak memiliki prinsip One Stop Shopping (Apa saja ada disini) seperti KDE. Maka dari itu, Aplikasi bawaan dari GNOME sangatlah sedikit jika dibandingkan Aplikasi bawaan KDE. Tetapi, untungnya banyak para pembuat software Aplikasi yang menggunakan pustaka GTK2 seperti GNOME. Sehingga boleh dikatakan bahwa aplikasi di KDE hampir ada penyamanya di GNOME.

Tema untuk GNOME juga banyak tersedia, anda bisa memilihnya di http://www.gnome-look.org. Aspek yang bisa diubah temanya juga sama seperti KDE, yaitu Style, Window, Icon, dll.

Tentu saja, bagi orang yang menginginkan kesederhanaan, desktop ini akan menjadi pilihan. Tetapi, bagi orang yang terbiasa dengan Windows dan menginginkan konfigurasi yang lengkap, Desktop ini tidak akan disukai. Karena banyak sekali perbedaan tata letak yang signifikan daripada Windows. Xfce (http://www.xfce.org)

Apakah kedua desktop tadi masih terasa terlalu rumit?, dan Apakah kedua desktop tadi berjalan lambat di komputer anda? Nah, jika anda merasakan hal tersebut, anda bisa mencoba desktop yang satu ini.

XFCE

Ya, desktop berlambang Tikus ini bernama Xfce. Sesuai dengan lambangnya, Desktop ini sangat ringan sekali untuk anda gunakan, tidak memakan space yang telalu banyak dan tidak memberatkan komputer anda. Walaupun aplikasi bawaannya tergolong sedikit (Bisa dihitung dengan jari), tetapi desktop ini bisa diintregasikan dengan aplikasi GNOME (atau aplikasi berbasis GTK2) dengan serasi karena desktop ini juga menggunakan pustaka grafis GTK2. Jadi tema GNOME bisa anda install di desktop ini.

Walaupun ringan, desktop ini juga masih berbobot. Terutama jika anda tidak terlalu ingin banyak konfigurasi dan beragam fitur yang menurut anda tidak berguna. Masalah tema, gampang! Lihat saja di http://www.xfce-look.org.

Google Earth di Mandriva

Mudik. Ritual tahunan jika mendapati lebaran. Google Earth bisa membantu anda untuk menemukan rumah yang akan dituju, Terutama di Kota-kota besar. Ini langkah-langkah sederhana menginstall di Mandriva. Semoga bisa juga diterapkan pada distro yang lain.

1.Download file GoogleEarthLinux.bin di http://earth.google.com/download-earth.html
2.Letakkan hasil download di Documents.
3.Jalankan terminal. Masuk ke direktori Documents
gokimhock@statioNET[”]$ cd Documents {enter}
4.Lihat dulu file GE di direktori, supaya tidak salah ketik nantinya dengan mengetik
gokimhock@statioNET[”]$ ls -1 {enter}
5.Lakukan perintah chmod
gokimhock@statioNET[”]$ chmod +x GoogleEarthLinux.bin {enter}
6.Lakukan instalasi
gokimhock@statioNET[”]$ ./GoogleEarthLinux.bin {enter}
7.Lalu tampillah komfirmasi dimana Google Earth diletakkan, pilik saja OK
8.Selesai.