Level 18

Disela-sela waktu yang sangat luang, biasanya saya bermain game atau menggambar rumah. Game yang dimainkan adalah Stronghold “Crusader” buatan Firefly Studios. Merupakan game strategi perang jaman perang salib.

Seperti strongholdgame strategi lainnya, seorang Lord harus memperhatikan makanan dan keuangan dari bangsa yang di pimpinnya. Selanjutnya adalah properti senjata seperti panah, tombak dan baju besi. Tidak ada yang gratis! Maka, keuangan memegang peranan penting untuk kelangsungan permainan. Maka sektor pertanian dan pertambangan di utamakan. Ada tambang batu dan besi yang selain dijadikan bangunan dan senjata, juga bila produksi surplus dapat di jual.

Saat ini level 18 sudah dilewati, dan perang lebih susah dan kompleks. Strategi yang diterapkan tidak semuanya bisa sama. Kadang cukup dengan bertahan, serang, bertahan lagi. Tapi kadang harus terus menyerang.

Ah, permainan ini cukup memakan waktu yang lama. Sementara waktu sangat luang jarang di dapatkan. Untunglah fasilitas simpannya oke, sehingga dapat dimainkan lagi kapan ada waktu sangat luang.

Walaupun game ini sudah berusia 7 tahun tapi, sangat mengasikkan. Karena PC yang dibutuhkan seperti :

OS Windows XP, Pentium III, 128 of RAM (256 disarankan), VGA AGP 16 Mb 4x, juga ruang kosong di harddisk sekitar 700 Mb. Nah, anda suka game ini? saya kopiannya. 😉

Advertisements

Perang Tarif? Beli Tanah Saja

Bingung juga ngelihat provider seluler pasang iklan di TV. Tapi setelah dicermati dan sedikit hitung-hitungan masih hemat kalo gak punya seluler. Dari pesan terakhir dari iklan yang ada, kalo mo belagu.. ya kelaut saja. Kalo gak pernah puas kawin saja dengan kambing. Koq jadi bodoh ya.

Usah pikirkan itu, gimana kalo saya tawarin tanah kapling seharga Rp. 15 juta. Ukurannya 12 m x 25 m. (Maaf) Khusus Muslim. Letaknya di Kampung Jawa Padang Matinggi Rantauprapat Labuhanbatu Sumatera Utara. Kalo mo lihat lokasi bisa lewat GE. Tapi kurang jelas, hanya kelihatan tanah coklat yang di ratakan. Ada  40 kaping yang ditawarkan dan sisanya tinggal 6 saja.

Kalau kredit gimana? wah, hubungi saja pihak Bank. Saya terima cash saja.. Kalo harga tanah pasti gak pernah turun, gak seperti harga pulsa seluler yang cenderung turun. Gak ada ruginya. Ayo kapan lagi punya tanah sendiri. Ntar kalo udah punya sendiri kan bisa bangun rumah rancangan sendiri, bukan seperti perumahan, hiks… serupa.  Call me (0624)7002560.

Besar Pasak dari Tiang

Saat Belanda menyerbu ke Indonesia dengan membawa pasukan, sadarlah segelintir rakyat Indonesia bahwa Belanda tidak hanya berdagang, tapi sudah menjajah. Rakyat yang biasanya tentram, kini mulai terusik dengan pajak yang tinggi, kelaparan dan susah berdemokrasi. Belanda melancarkan politik memecah belah dengan mengadu domba.

Sukses, rakyat Indonesia saling hujat, sikut, dan lebih parah hingga  saling membunuh.Dalam sejarah banyak sekali perlawanan yang gagal karena adanya duri dalam daging, Musuh dalam selimut, Ular kepala dua yang sering disebut manusia munafik. Hingga kemerdekaan diraih pun masih ada yang tega dengan jadi orang munafik. Komunis menelurkan dewan jenderal dan sukses membunuh jenderal tersebut. Akibatnya, penguasa saat itu memutuskan mengembalikan komunis ke asalnya. (Manusia berasal dari tanah dan kembali ketanah).

Saat ini, kemunafikan masih menguasai orang yang mengaku pintar. Contoh Ahmad Dhani dengan Dewa 19-nya. Ih.. jijik rasanya punya sodara kayak dia. Bukan memusuhi, karena  cari musuh lebih mudah dari cari teman. Tapi mulutnya itu seperti mulut Gus Dur. Tidak terkontrol, asal bicara saja.

Kemunafikan biasanya dibarengi sikut sana Sikut sini, yang penting ngetop dan merasa jadi Pahlawan. Ujungnya adalah kesombongan. Sombong karena sudah berbuat yang lain dari yang lain, sok paten karena sudah punya popularitas.  Padahal kalau Dia berkehendak, hamba yang sok itu dibuat lupa ingatan, yakin deh… Melarat. Di film Meteor garden kan udah ada contoh. Seorang Tau Ming Tse jadi tidak tau masa lalunya.

Kalau anda seperti A-Tse yang sombong sadarlah. Mengarungi dunia ini tidak bisa sendiri. Perlu orang lain dan menghargai pendapatnya. Berbuatlah dengan kadar kemampuan, bukan sok paten hingga di jentikkan. Kerjamu bagaikan Pasak lebih Besar dari Tiang.