Nembak WiFi Indoor?

Banyak sekali digrup ini tidak memahami bagaimana WiFi itu bekerja. Apakah menggunakan frekuensi 2,4 GHz atau 5 GHz.
Begitu juga dgn pemancarnya menggunakan antena omni, sectoral, grid, dish, yagi atau panel, apakah antena tersebut polarisasi vertikal atau horizontal.
Internet gratis /murah memang jadi dambaan bagi yg suka gratisan atau murahan. Tapi, infrastruktur internet tidaklah murah dan jauh sekali dari gratis. Tentu perangkatnya relatif disesuaikan dgn pengguna ada yg murah dan murahan.
Bagi yg suka otak-atik, hasil akhirnya bisa dikatakan biaya menyamai yg pabrikan, bahkan bs lebih mahal. Nah, bagaimana dengan WiFi gratisan tetapi pemancarnya di dalam ruangan (indoor)?
Perlu diketahui bahwa sebuah pemancar (Accesspoint) milik Indihome hanya menggunakan power 20 dBm dan antena Omni directional 3 dBi. Jangkauan terbaik hanyalah < 25 meter. Itupun tanpa sekat dinding ruangan.
Lalu, bisa gak ditembak dari sekian ratus meter? Butuh biaya besar ..
Jika diizinkan pemilik WiFi lebih baik beli alat sepasang seperti WA7210N atau O3, buat koneksi P2P. Tapi, jika ingin mencuri ???
Nah, mencuri itu berdosa, klo nekat biasanya ada efeknya. Misalkan target A sudah dipegang password WiFi nya, trus dibelilah alat seharga 500rb belum kabel dan tiangnya. Seminggu kemudian password nya diganti, lalu orientasi alatpun diubah.. karena target baru lebih jauh maka alatpun dijual disini ngakunya salah beli..
Haduh.. sampai kapan..?

Zabbix

Merupakan aplikasi monitoring jaringan berbasis Opensource yang digunakan untuk memonitor jaringan dan semua infrastruktur di dalamnya seperti trafik jaringan, Bandwidth, dan sebagainya. Zabbix dibuat pertama kali oleh Alexei Vladishev. berikut ini adalah langkah langkah menginstall Zabbix 3.0 Ubuntu Server 14.04.

Jalankan perintah berikut
# wget http://repo.zabbix.com/zabbix/3.0/ubuntu/pool/main/z/zabbix-release/zabbix-release_3.0-1+trusty_all.deb 
# dpkg -i zabbix-release_3.0-1+trusty_all.deb 
# apt-get update
Installing Zabbix packages
Instal paket Zabbix. dbconfig-common akan membuat database di mysql-server masukan password mysql dan buat password untuk database Zabbix. Contoh untuk server Zabbix dan web frontend dengan database mysql.
# apt-get install zabbix-server-mysql zabbix-frontend-php
install Zabbix agent
# apt-get install zabbix-agent
Selanjutnya adalah membuat database di Mysql-server
mysql -uroot -p
CREATE DATABASE zabbix;
CREATE USER 'zabbix'@'localhost' IDENTIFIED BY 'zabbix';
GRANT ALL PRIVILEGES ON * . * TO 'zabbix'@'localhost';
exit
Import database
# cd /usr/share/doc/zabbix-server-mysql 
# zcat create.sql.gz | mysql -uzabbix -pzabbix zabbix
Edit database configuration pada file zabbix_server.conf
# vi /etc/zabbix/zabbix_server.conf 
DBHost=localhost 
DBName=zabbix 
DBUser=zabbix 
DBPassword=zabbix
Start Zabbix server process.
# service zabbix-server start
Editing PHP configuration for Zabbix frontend
# vi /etc/apache2/conf-enabled/zabbix.conf
php_value max_execution_time 300
php_value memory_limit 128M 
php_value post_max_size 16M
php_value upload_max_filesize 2M 
php_value max_input_time 300 
php_value always_populate_raw_post_data -1 
php_value date.timezone Asia/Jakarta
Restart Service Apache
# service apache2 restart
Untuk Pengetesan silahkan buka browser lalu masukan pada url http://ip server zabbix/zabbix

AP WDS (Hotspot area menjadi luas)

Bermula dari bongkar-bongkar perangkat di gudang dan menemukan AP Blue link BL-R30G. Saat ditemukan hanya ada AP tanpa adaptor. Menurut spesifikasi menggunakan DC 9 Volt, tetapi saya pakaikan saja DC 12 Volt 0.9 A. Dengan semangat lalu melakukan pengecekan apakah masih normal atau tidak. Ternyata port WAN dan LAN sudah rusak.

Selanjutnya, BL-R30G di reset ke default, dan memancarkan Signal dengan DHCP ON. Ip Address defaultnya adalah 192.168.2.254. Sehingga tanpa kesulitan masuk ke menu Setup.

Karena fungsi WAN dan LAN tidak berfungsi, BL-R30G ini diset ke AP+WDS yang nantinya diharapkan mampu memperluas jaringan WiFi di area AP. Tahap pertama adalah inventarisir alat dan konfigurasi.

AP yang akan di perluas :

  • Groove A-52HPn, catet MAC Addressnya
  • dengan Antena Omni 15 dBi
  • diketinggian 20 meter.
  • Bridge1 : wlan1 dan ether1
  • Gateway 192.168.1.1
  • IP Groove A-52HPn 192.168.1.2
  • SSID : Stationet, Freq : 2462, mode AP Bridge, Band 2GHz B/G/N
  • WDS : dinamic, default bridge : bridge1

Sementara untuk AP+WDS BL-R30G :

  • Biarkan operation mode : Gateway
  • Ubahlah IP Address menjadi 192.168.1.3, (karena berubah IP Add-nya, yg di PC juga jgn lupa diubah)
  • Berikan gateway 192.168.1.1, DHCP Disable.
  • Wireless band 2.4 GHz (B+G), Mode : AP+WDS, SSID : Stationet, Channel number : 11
  • Pada bagian WDS settings, berikan Check (V) Enable WDS, dan masukkan MAC Address yang dicatet diawal.

Router yang bertindak sebagai Gateway adalah RB750 yang tidak disetting DHCP. Sehingga perangkat yang terhubung ke disetting IP Address Static.

Upayakan signal antara AP utama dengan WDS di angka -60 s.d -70, supaya asosiasinya cepat. Sekian.

Solusi Akses Internet di Pelosok

Ini bagian dari berbagai solusi menghadirkan Internet di pelosok/ pedalaman yang masih banyak tidak dipahami berbagai pihak. Internet saat tulisan ini ditulis sangatlah mahal. Rp.75/MB adalah angka paling murah. Sementara kecepatan akses masih kisaran di 2 mbps hingga 5 mbps. Sangat tertinggal dibandingkan dengan Malaysia atau Korea Selatan.
Baik, jika anda membutuhkan internet ada 2 (dua) hal yang perlu di ingat yakni (1) Internet murah itu pasti lambat, dan internet cepat biayanya mahal. (2) Sarana internet itu mahal dan operasionalnya juga bukan murah.
Artinya jika ingin internet gratis anda harus membayar mahal ongkos ke lokasi penyedia internet gratis, atau anda harus pasang alat yang bisa menangkap akses internet gratis yang harganya tidak murah.

Ada beberapa solusi menghadirkan internet di pelosok seperti menggunakan teknologi WiFi 802.11 A/B/G/N. Tentu ini membutuhkan biaya besar. Karena teknologi ini menggunakan infrastruktur seperti adanya tiang tower untuk menempatkan perangkat tersebut. Karena signal wireless tidak boleh ada yang menghalangi, maka SEMAKIN JAUH JARAK JANGKAU SEMAKIN TINGGI ANTENANYA.

Contoh :

Anda berada di desa yang jarak perjalanan sekitar 20 menit dari pusat kota. Diperkirakan jarak tempuh sekitar 20 km – 25 km karena jalan yang berkelok-kelok. Kontur tanah yang relatif datar serta tidak ada pegunungan atau bukit yang tinggi. Sementara di kota sudah ada akses internet yang disediakan jasa ISP (Misal Nusa Net, First Media, CBN, Speedy Biznet atau yang lainnya). Maka yang dibutuhkan adalah tower.

Internet yang ada di kota disalurkan melalui signal yang dipancarkan lewat antena yang terpasang di tower, selanjutnya signal diterima pada perangkat yang terpasang juga di tower yang letaknya di desa. Berapa tinggi towernya? Jika wilayah tersebut datar dan tidak ada bukit yang ada hanya hamparan kebun sawit, maka tinggi tower +- 30 meter. Begitu pun dibutuhkan perangkat seperti GPS untuk menghitung jarak antara antena di kota dengan di desa. Karena jarak tower to tower adalah tarik lurus bukan kelok-kelok seperti jalan umum.

Perangkat yang menghubungkan berupa radio outdoor standar IEEE 802.11 baik yang menggunakan frequency 2.4GHz atau 5 GHz. Tentunya dibutuhkan antena seperti jenis grid, disc atau sectoral. Kesemua alat itu tidak murah. Untuk koneksi jarak 15 km saja dibutuhkan biaya +- Rp. 25 juta. Tetapi anda sudah bisa menyalurkan akses internet 3 mbps. Ini sudah bisa membangun Warung Internet (Warnet), loket PLN, pembelian tiket KA, pesawat terbang juga menjual pulsa telepon selular. Semakin jauh jaraknya, semakin besar biayanya. Tetapi kalau jarak 6 Km-an biayanya sekitar +- Rp.15 jutaan. Masih jutaan ya… 😦

Mau yang murah? bisa menggunakan tower bekas di sisi desa dan menyewa tempat/ tower di kota. Biayanya bisa dipangkas hingga 35%. Sangat cocok dengan yang mau membuka Warung internet dengan modal total Rp.40 juta. Nah… bagi anda yang ingin mewujudkan impian anda dengan internet saya siap membantu. Siapkan ongkos perjalanan saya maka secara detil akan saya paparkan semuanya.

Ini Biodata saya :

Abdul Hakim Dalimunthe, Jl. Cemara No. 89 Rantauprapat Labuhanbatu Sumatera Utara. (6 jam dari kota Medan, 5 jam dari Padang Sidempuan) HP. 082369888200.

Beda Speedy Gold dengan Reguler

Speedy kembali mengeluarkan metode tarif yang kompetitif. Saya merupakan pengguna dari produk terbaru yakni Speedy Gold, Reguler dan Spin (Speedy Instant).

Speedy Gold Speedy Regular
  • SLG standard untuk segmen bisnis.
  • Asymmetric dengan perbandingan upstream lebih kecil dari downstream (kualitas lebih baik dari Speedy Reguler).
  • Abonemen / berlangganan.
  • Unlimited.
  • Cara pembayaran Postpaid.
  • 1 IP Publik Statik (DHCP) sesuai permintaan customer.
  • Port TCP 25 (SMTP service) hanya dibuka ke SMTP yang disediakan TELKOM yaitu smtp.telkom.net port 25.
  • Tidak disisipi advertising.
  • SLG (Service Level Guarantee) standard untuk segmen perumahan.
  • Asymmetric dengan perbandingan upstream jauh lebih kecil dari downstream.
  • Abonemen / berlangganan.
  • Unlimited.
  • Cara pembayaran Postpaid.
  • IPPublik Dinamik (DHCP – Dynamic Host Configuration Protocol).
  • Port TCP 25 (SMTP service) hanya dibuka ke SMTP yang disediakan TELKOM yaitu smtp.telkom.net port 25.
  • Dapat disisipi advertising.

S & K

  1. Kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman barang oleh jasa pengiriman diluar tanggung jawab kami. Jika menggunakan asuransi, proses klaim asuransi ditujukan kepada jasa pengiriman.
  2. Sangat kami sarankan untuk meminta paking kayu untuk meminimalkan kerusakan barang.
  3. Barang yang sudah di beli tidak dapat dikembalikan atau ditukar dengan alasan apapun.
  4. Klaim garansi harus disertai faktur pembelian dan catatan keluhan produk.
  5. Garansi tidak berlaku jika SEGEL RUSAK, DIBONGKAR SENDIRI, BARANG TERBAKAR,TERSAMBAR PETIR,DI KENCINGI TIKUS,KENA AIR, CACAT FISIK : PECAH,KOROSI,SOMPEL,SHOOT,PENYOK,CUIL,MELEDAK,GOSONG.
  6. Produk hang/error akibat gagal upgrade akan dikenakan cas biaya sesuai jenis produknya.
  7. Garansi tidak berlaku untuk semua Adaptor, POE dan antena import/antena bawaan radio AP.
  8. Produk buatan rekanan ada yang ber-garansi dan non-garansi. Silahkan lihat dihalaman produk tersebut.
  9. Untuk barang pabrikan yang bersegel, kami akan cek terlebih dahulu. Jika dibutuhkan, barang dikembalikan ke supplier untuk pengecekan lebih lanjut.
  10. Ongkos kirim pengembalian ke supplier ditanggung oleh kami, sedangkan ongkos kirim pengembalian barang ke pembeli, ditanggung oleh pembeli.
  11. Proses garansi 1-3 minggu. Jika barang direplace, disesuaikan dengan kesediaan stok dari supplier. Proses garansi mungkin bisa lebih lama jika di suplier banyak antrian service atau menunggu part tersedia.
  12. Garansi dihitung dari tanggal nota pembelian, dan proses garansi akan memotong masa garansi.
  13. Produk yang sudah selesai service jika tidak diambil dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung dari tanggal email atau sms konfirmasi dari kami, bukan merupakan tanggung-jawab kami lagi (akan kami buang).
  14. Jika vendor/importir menyatakan produk yang diservis ternyata UNREPAIR (TIDAK BISA DISERVIS) maka tidak ada penggantian barang.
  15. Barang yang rusak akibat pengiriman oleh expedisi bukan tanggung-jawab kami dan garansi hangus. Kami akan membantu klaim semaksimal mungkin, dan tidak ada penggantian barang dari kami selama proses klaim.

Compare Rb750, Rb750GL dan Rb450G

Banyak yang masih bingung dengan berbagai produk Mikrotik terutama bagaimana performancenya. Ini saya paparkan antara rb750, Rb750GL dan Rb450G. Ketiga produk ini diuji sebagai gateway dengan fitur DHCP Server, firewall dan hotspot. Pada saat digunakan voltase yang digunakan adalah 18V 1A.
rbversus
Gateway dengan DHCP Server
Topologi : Modem (PPPoE) –> RB –> WLAN1 (25 user), WLAN2 (15 user), WLAN3 (10 user)
Pada mode ini kinerja CPU RB750 45%-75%, RB750GL 15%-35%, RB450G 9%-25%. Terkadang RB750 mencapai 100% dan LAG terjadi.
Gateway + Firewall + Hotspot + DHCP Server
Pada mode ini kinerja CPU RB750 85%-100%, RB750GL 65%-90%, RB450G 25%-75%. Kali ini RB750GL sedikit keok, meskipun dibekali ethernet gigabit tetapi karena RAM masih 64 MB sangat terasa sesak. RB450G dengan lisensi level 5 ternyata lebih tangguh dan stabil. RB750 kali ini tereliminasi, load CPU 100% menjadikan jaringan mati suri. User kesulitan login lewat hotspot. Admin pun tak bisa berbuat apa-apa ketika hendak login lewat Winbox.