AMIK Abu-abu

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) melakukan peringatan ulang terhadap perguruan tinggi yang sampai saat ini masih menyelenggarakan program studi di luar domisili yang bersangkutan, atau lebih dikenal dengan istilah kelas jauh. Larangan tersebut tertuang di surat Dirjen Dikti tertanggal 15 Juli 2011 bernomor 1017/E/T/2011 tentang perijinan dan pelarangan proses pembelajaran.
Mengingat dari hal tersebut di atas, ternyata di Rantauprapat ada kampus yang hingga sekarang berlakon kampus jauh. Kuliahnya di ruko yang disewa pertahun, dengan fasilitas minim. Mana ada ruko halaman luas yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kampus tersebut merupakan Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) x dan y. Adalah kampus yang satu berpusat di Jl. Aksara Medan membuka kelas jauh dengan menyewa Ruko milik DL Sitorus di simpang Rantaulama. AMIK ini merupakan binaan dari salah satu Yayasan di Medan.
Sementara itu di jalan H. Adam Malik juga terdapat kelas jauh dari kampus induk di Kisaran. Mahasiswa yang memiliki almamater warna merah ini juga kebanyakan adalah warga Labuhanbatu.
Menurut sumber yang dipercaya, AMIK ‘abu-abu’ ini sudah bertahun-tahun membuka kelas tanpa ada yang menegur. Padahal jelas sekali hal tersebut DILARANG untuk membuka kelas jauh. Jika tujuan utamanya adalah Mencerdaskan Bangsa, sebaiknya AMIK tersebut segera mengurus ijinnya. Karena dengan model sekarang tentu takkan pernah ada peningkatan kualitas apalagi akreditas.
Beberapa jurusan yang dikelola menurut BAN-PT memang sudah terakreditas C, tetapi yang di tinjau oleh Asesor adalah kampus yang di Medan atau Kisaran, bukan yang di Rantauprapat. Dengan begitu jelas sekali akreditasi AMIK yang ada di Rantauprapat adalah ‘Bodong’.
Pihak manajemen AMIK sepertinya bertindak kapitalis, biaya kuliah yang tinggi tanpa ada kejelasan Status kampus dan membiarkan mahasiswanya dibodohi dengan status kampus induk. Tidak ada sarana yang memadai, hanya ruang komputer yang komputernya sering rusak karena dibeli dalam kondisi ‘seken’. Mahasiswanya di ‘paksa’ dengan keadaan agar punya laptop sendiri. Sementara para pimpinannya asik berfoya-foya.

One thought on “AMIK Abu-abu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s