Pernah Muda

Saat itu saya dan alm. ayahanda sedang sentai di teras rumah. Mengobrol kisah-kisah masa lalu yang patut di contoh dan bagaimana menghadapi masa depan. Sebagai anak paling ‘bontot’ dari sepuluh bersaudara tentunya saya paling minim pengalaman.
Beliau berkisah tentang pertemuannya dengan seorang eksekutif muda yang hebat. Nyaris sempurna untuk kelas pemuda Sumatera Utara yang merantau di Jawa. Si pemuda dengan sombongnya mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya pemuda yang sukses dari Banten hingga Banyuwangi dengan bisnis properti, transportasi bahkan sandang dan pangan.
Alm. Ayahanda hanya menjadi pendengar setia hingga si pemuda tersadar. Bahwa dia terlalu banyak bicara. Maka, alm. Ayahanda pun angkat bicara.
Hai Anak muda, ilmumu memang tinggi, sukses di dunia bisnis bahkan hebat di diplomatik. Ingatlah anak muda, saya juga seperti anda, bahkan saya dinobatkan sebagai Keluarga Sakinah di masa lalu. Menguliahkan kesepuluh putra-putri saya. Anda jangan sombong, saya pernah muda, tapi anda belum pernah tua.
Hm..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s