Pointing Wireless 20 Km

Mungkin banyak di luaran sana yang sudah sukses dalam pointing wireless. Tapi bagi saya ini suatu prestasi, karena ini adalah pointing terjauh yang sudah saya lakukan.

Persiapan yang dilakukan adalah survey lokasi, yakni tepatnya di Simpang Panigoran Na IX-X Labuhanbatu Utara. Bermodal GPS di Samsung Spice terdapat beberapa kendala. Bukit yang terhampar di sekitar Berangir dan Pinang Lombang membuatku sedikit ragu dengan rencana awal. Hingga akhirnya, permintaan pelanggan kusetujui dengan perhitungan tambahan.

Google Earth dan Tower Calc menjadi tools idaman saat simulasi signal dan perkiraan berapa troughput yang akan keluar. Akhirnya, di sisi pelanggan dibutuhkan tower 6 stack @5 meter yang diletakkan di atap ruko lantai tiga. Ruko berada 42 mdpl, sehingga ketinggian antena diharapkan berada di 41 meter. Karena penghalang tertinggi adalah bukit menurut perhitungan GE maksimal 74 mdpl.

Sementara tower stationet hanya bisa menyangkutkan antena di ketinggian 28 meter. Wew, berat nich.. tapi daripada gagal akhirnya saya siapkan satu stach lagi untuk menambah ketinggian. Begitupun, saya mencoba pointing tanpa harus menambah ketinggian tower.

Pagi yang cerah, Onga Labalaba mulai memasang perangkat AP. Saya menggunakan antena Kenbotong 5,8 Ghz dengan Radio RB411 dan MiniPCI EMP8603. Setelah memastikan arah yang pas dengan bantuan kompas, antena pun di pasang. Selanjutnya menuju ke Simpang Panigoran untuk memasang perangkat Client. Masih dengan antena yang sama dan RB411, tapi untuk MiniPCI saya gunakan R52H besutan Mikrotik. Panas matahari yang terik tak menyurutkan Onga untuk memanjat. Setelah perangkat di pasang, Onga beri aba-aba ” Ready..!”. Saya pun berdebar-debar menjalankan Winbox. Tombol scan-pun di tekan, tak satupun SSID yang tertangkap. Antena pun di geser-geser, dan tak hasilnya nihil. Hari semakin panas dan semua jadi putih… Ah, tak tembus nih.. Akhirnya, pointing gagal, kami pulang dengan capek. Tapi cerita belum berakhir.

Evaluasi pun digelar, mulai dari perangkat, antena, frekuense dan tower. Keputusan kemudian di jatuhkan pada penggantian antena dari 5 Ghz ke 2,4 Ghz. Selanjutnya, menaikkan satu stack lagi tower yang sudah dipersiapkan, sehingga ketinggian tower 32 meter. Perangkat yang sudah dipasang di turunkan kembali, disetting ulang dan permak.

Senin pagi, Onga pun siap memasang perangkat di sisi AP. Antena di arahkan 338′ sedikit mendongak keatas sekitar 5′. Setelah diujicoba kami pun berangkat menuju Simpang Panigoran. Perjalanan 20 menit tanpa halangan. Biasanya diseputaran Simpang Aek Buru banyak razia polantas yang tidak resmi. Tapi, SIM A dan STNK tetap saya bawa koq termasuk dongkrak, segi tiga, pemadam api, ban serap, juga lampu senter.

Setiba di lokasi, hari masih panas. Matahari seperti sedang mengeringkan bumi dari kelembaban atau lapisan ozon tak bertugas lagi ? Jadi menunggu sedikit dingin, kami tidur-tiduran dulu. Sambil mempersiapkan beberapa perangkat yang lain, saya putar lagu-lagu Wann dan Liza Hanim.

Saatnya Onga memanjat sambil membawa perangkat wireless untuk di pasangkan. Setelah semua terpasang, Onga pun teriak “Ready!..”. Kali ini saya tidak deg-degan, tapi pasrah. Winbox di jalankan dan tombol SCAN pun di tekan. Hasilnya.. nihil. Setelah saya cek, ternyata arah antena yang terlalu ke kiri. Seharusnya arah 158′ sesuai petunjuk kompas. Begitu di geser, maka SSID pun tertera, dengan signal -81. Wah, walau sudah terhubung tapi parah ini. Geser kanan, geser kiri, geser dongak keatas akhirnya tercapai signal -73.  Suer, sebagai seorang Nubie saya merasa bangga bisa mengkoneksikan jarak hingga 20,1 Km. Usai pointing, saatnya Onga turun dari tower, tapi Carabinernya terjepit, cemana mo turun?

Onga akhirnya bisa turun setelah carabinernya bisa dilepas. Kami pun hanya bisa mengucapkan syukur alhamdulillah. Terbayang hasil pembayaran yang pantas untuk pointing kali ini. Kami pulang setelah di suguhin mie goreng dan es teh. Sesampai di AP, antena di arahkan kembali. Signal menguat mencapai -67.

5 thoughts on “Pointing Wireless 20 Km

  1. oke deh perjuangan penuh keringat,,, ok tu bang,,, hmm,,, tp laila net juga penuh dengan jantungan,,, tp ending y,,, you work is very good and satisfactory,,, and we look after each other working together,,, okey,,,

    terima kasih sudah berkunjung..🙂

  2. pak, mengenai jaringan yang kita pasang di aek raso cikampak,,, kenap koq bisa di bobol orang melalui wifi….?????

    Kalau yang di Cikampak kemungkinan bisa untuk di bobol, tapi kalau yang di Aek Raso kan hanya sebagai penerima. Antena yang di tower itu bertindak sebagai penerima signal dari Cikampak, yang disalurkan melalui kabel ke Switch. Jadi, besar kemungkinan Laptop ‘tersangka’ menggunakan signal SSID yang lain.

  3. Bro salut ane dengan keuletan ante, berbagai bengalaman pointing radio, sulit di prediksi dengan kondisi lapangan, semua kadang di luar perkiraan, bahkan berbalik arah dengan yg di rencanakan, saya asli anak merbau, tp sudah lama netap di medan, kira kira sudah 17 thn disini. Salam pointing…..he he he 081362-081362

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s