Mimpiku Untuk Labuhanbatu

Saya sedang bermimpi tentang Kota Rantauprapat tahun 2020. Tapi, sebelum saya bercerita kita tengok tahun 2000 atau 10 tahun lalu.
Tahun 2000 tahun millenium kata orang, semua serba canggih dan memanfaatkan mesin disegala bidang. Itu katanya penyanyi nasyid dengan judul “Tahun 2000”.
Tidak untuk Rantauprapat. Berawal dengan pergantian Bupati yang di anggap bisa melakukan perubahan besar, yang dapat membuka lapangan kerja, yang bisa memajukan pendidikan, menyehatkan masyarakat dan tidak gagap teknologi.
Ingatlah sejak tahun 2000 hingga tahun 2010, apa yang sudah di hasilkan? Pesisir pantai tetap tak terjamah, pelabuhan di Ajamu terlalu dangkal. Mana bisa kapal RORO masuk, apalagi tangker minyak..
Lihat peta di Kantor Bapeda, itu sih karya Google Earth? Informasi pariwisata pun tak jolas, apalagi bidang teknologi. Apa ada di Ranto ini stasiun TV Lokal? Radio Pemda saja pun kena Segel Balmon… parah!
Pendidikan pun begitu. Tolong tunjukkan siapa pelajar dan mahasiswa yang berprestasi yang sudah di biayai pemda dan pulang kampung berbagi ilmu di Ranto ini…
Infrastruktur bergerak lamban. GOR selesai 2010 seharusnya gak perlu pake ambruk loh.., Pajak Glugur ntah kapan bergeliat, Terminal di Jl.Adam Malik mirip jin buang anak, Proyek jalan Lingkar Aek Paing seperti proyek siluman, Rumah Sakit (sejak Ka RS diganti) jadi kotor tak terawat.. ah, malu aku mengaku orang Ranto.
Ika Bina en Pabolo ternyata hanya nyanyian. Tak pernah tertanam dalam hati sanubari para pemimpin kita. Mana yang dibina Pak? Bu?.. MTQ tak pernah menang .. Olimpiade tingkat pelajar pulang membawa badge peserta saja.. tak ada Piala atau Piagam.
Pendidikan..
Ya, sektor ini harus dikembangkan. Sekolah harus jadi tempat yang menyenangkan. Fasiltas harus merata, pemda harus bisa membantu sekolah swasta. Jangan di korupsilah uang pengadaan barang itu.
Jangan lagi di ‘sunat’ gaji Guru, jangan lagi Kadis meminta setoran ke bawahannya. Jangan lagi menghamburkan uang membayar papan bunga hanya untuk merame-ramekan.
Tahun 2020 aku bermimpi..
Sekolah dengan fasiltas teknologi canggih, Universitas segala jurusan. Rantauprapat punya teropong bintang, akses internet super cepat. Bandara bertaraf nasional, tak ada angkot kelas Espass, tapi bus sebesar ALS. Sei Bilah jadi tempat pariwisata yang indah, ada transportasi air Ranto – Negeri Lama – Sei Berombang. Ranto juga punya kebun binatang.
Ranto punya taman kota yang udaranya bersih, bukan lapangan Ika Bina, bukan juga Binaraga. Itu kantor polisi dipindah saja ke Simp.Kamp.Baru. Ada rumah kosong disitu. Kantor Polisi sekarang jadi taman. Trus ada jalan pintas dari Jalan baru menyusuri sungai bilah sampai Jalan Thamrin. wow.. keren.. Kalau jalan dari Pekan Lama ke si Buaya tinggal di perlebar saja..
Jembatan di Linggahara sudah terwujud, dan jembatan Sei Bilah yang roboh dibangun lagi (2 jalur). Tak ada lagi Banjir di Binaraga, Siringo-ringo. Sistem kanal dan drainase diperbaiki.
Ah.. kita memang butuh perubahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s