Online Dibawah Pohon Sawit

Ngenet, bagi saya merupakan kebutuhan seperti minum air. Tiada hari tanpa online sejak akhir tahun 1998. Kala itu saya masih kuliah di STMIK AKAKOM Yogyakarta di Jurusan Teknik Informatika. Sebagai mahasiswa yang lugu, internet merupakan hal yang langka. Walaupun kuliah komputer, tapi ketika berhadapan dengan komputer, badan keringat dingin seperti berhadapan dengan hantu.

Alkisah, kakak senior mengadakan aksi unjukrasa kepada manajemen AKAKOM. Pagar kampus di tutup, padahal itu hari akan diadakan mid semester. Tuntutan demi tuntutan di uraikan, janji dan janji pun mengalir dan akhirnya beberapa point disepakati seperti pengadaan fasilitas internet untuk mahasiswa.

Yogyakarta lagi demam online. Dimana-mana bertumbuhan warnet dengan tarif dan fasilitas yang menarik. Walaupun tarif Rp.6000/jam bukan halangan untuk online. MIRC, Geocities, Yahoo dan Altavista jadi favorit. Kampus pun memberikan 2 jam sehari gratis untuk mahasiswa. Wuih.. peminatnya sampe antri.. maklum mahasiswa pengennya yang gratis.

Ada juga scanner, CPU dengan CD-RW 4x. Fuih… serasa ruang internet adalah ruang tercanggih saat itu. Kampus pun mulai berbenah. LAN dengan proxy, konektor UTP dimana-mana minta di colokin ke komputer. Hingga kampus tercoverage dengan wifi 802.11 b. Kereennn…

Suasana kampus ternyata terbawa hingga ke kost. Maka bersama teman-teman di kost membuat LAN antar kamar. Semua model koneksi di coba. Ini menjadi berkah tersendiri. Pengalaman adalah guru terbaik.

Bersama Mas Iwan Subagyo, mendapat proyek ngeLAN sebuah kampus pariwisata. LAN dihubungkan ke internet yang kala itu telkomnet instan masih jadi andalan. Tak puas dengan akses telni, lahir CDMA yang konon lebih cepat dari GSM. Mobile 8 jadi pilihan yaitu Fren. Maka hape kesayangan Sonerpun dilego di Seturan dan diganti Nokia 2280 + Kabel DKUnya. Walaupun EVDO belum terintegrasi, tapi kebahagiaan tersendiri saat menghadirkan akses internet 100 Kb/s di kamar sendiri.

Kuliah ternyata tak bisa seumur hidup. Harus ada yang namanya proyek tugas akhir dan prosesi wisuda. Hingga status mahasiswapun dilepas, begitu juga status anak kost yang dibanggakan. Juli, 26 – 2005 resmi sudah Jogjakarta kutinggalkan. Bus ALS membawaku pulang ke Rantauprapat dengan 11 potong barang besar-besar. Dalam bagasi itu harddisk 30 Gb kusimpan baik-baik. Selain itu 3 lusin compact disk program, mp3 dan game juga ikut serta.

Loh, CPUnya mannnaa? hehehe.. untuk mengurangi beban dan ongkos, CPU udah jadi lembaran rupiah yang akhirnya kubelikan CPU 2nd dengan processor AMD Athlon XP. Hanya masih ada yang kurang nih… ya MODEM untuk online. Modem akhirnya kubeli lewat telepon dan pembayarannya via ATM. 2 hari modem sampe rumah dan kebutuhan online pun terpenuhi lagi. Karena telkomnet instan cukup mahal (Rp.165/menit) juga tak bisa berbagi jalur, maka perlu jalan keluar agar terpenuhi online murah dan tak mengganggu siapapun.

GPRS tak terpenuhi, CDMA jauh dimata jauh dihati. Pernah terpikir untuk sharing dengan warnet-warnet di Rantauprapat pakai FO XL, tapi tetap saja iurannya muaaaahal. Belum lagi infrastrukturnya. Akhirnya bertahan di telkomnet instan dengan cara jadi teknisi warnet. Hahahaha… ini cara jitu supaya online gratis.

Ternyata jadi rezeki tersendiri jadi teknisi warnet. Beberapa warnet pun memberikan kepercayaan kepada saya untuk memaintenance perangkat warnet mereka. Cuma ada saja yang kurang nich.. bandwidth yang terbatas. Telkom ternyata membaca pikiranku. Maka lahirlah ADSL dengan downstreem 384 Kb/s dan upstreem 64 Kb/s di akhir tahun 2007. Wow.. yang koncangan jang….!

Online dengan kecepatan segitu gak bertahan lama. Telah hadir sebelumnya N3 dan Media.Net dengan teknologi wireless. Tentunya upstreem dan downstreem sama kecepatannya. Saya pun tertarik berlangganan dan memilih Media.Net dan dipasangin di rumah mertua. Bandwidthpun 512 Kb/s (sharing) mengalir ke komputer saya. Pak Anda sesekali mengajak saya untuk bermain ke network operation center-nya di jalan Masjid. Iseng saya test kecepatannya dengan Sijiwae dan Speedtest. Alamak !!! 1 Mb/s.

Ternyata telkom punya rencana lain, di awal agustus 2008 resmi  sudah bandwidth downstreem 1 Mb/s  dan upstreem 128 Kb/s. Bandwidth segitu tentunya sangat berlimpah dan ini adalah peluang bisnis. Mulailah saya menjajaki buat warung internet yang lokasinya di rumah mertua, tepatnya di depan stasiun kereta api Rantauprapat. Untuk bandwidth sudah ada Media.Net dan 1 akun Speedy. Bermodal 6 PC, Modem + Router murah meriah dari Telkom maka saya namakan warnet itu dengan nama statioNET “akses internet murah untuk siapa saja”.

Kata murah disini bukan murahan. PC yang saya andalkan adalah Pentium Dual Core 1.8 Ghz dengan 512 Mb DDR II dan 80 Gb HDD. Ada headset, AC juga tersedia pilihan duduk lesehan atau diatas kursi. Kelahiran warnet ini bukan tanpa alasan. Ada 2 hal yang jadi catatan saya saat itu.

  1. Warnet ini sebagai laboratorium proyek, karena saya adalah dosen di perguruan tinggi yang membutuhkan tempat praktek diluar kampus.
  2. Akses internet gratis. berhubung warnet orang lain yang saya pegang sudah koit, warnet statioNET ini diharapkan menjadi pengganti

Tapi alasan ke-2 diatas bukanlah gratis. Di rumah mertua (statioNET) ada Media.Net dan Speedy. Untuk dua akun tersebut biaya bandwidthnya jutaan. Belum lagi paket 50 jam di jalan Cemara. Akhirnya line Media.Net saya putus dan Speedy di jl. Cemara pun di putus.

Radio Minitar MWGAR + Grid saya pindahkan ke Jl. Cemara dan di statioNET saya pasang Access point dengan Antenna Omni IPCom 15 dB. Hahaha… biaya bandwidth berkurang, malah saya bisa cari pelanggan dengan konsep RTRW Net. Jangkauannya cukup luas. Wifi laptop mampu menangkap signal di jarak 300 meter. Kalau pakai radio AP+Grid di sisi Client bisa di jarak 2 km.

Beberapa lokasi di perkebunan sawit milik PT Nusantara III masih dalam jangkauan. Saya paling suka online dibawah sawit ini.

One thought on “Online Dibawah Pohon Sawit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s