Perjalanan Maut

Jumat pagi kemarin (5/6/08 ) sekitar pukul 8.10 saya berencana ke Aek Kanopan. Kebetulan Warnet Global butuh tenaga teknisi untuk setting warnet. Saya menunggu angkutan di seberang stasiun KA. Supra 125 kesayangan saya titip di rumah mertua pas depan St.KA.

Tunggu punya waktu, lewat ALS ekonomi… “Ah, jelek kali pun bus ini” gumamku dalam hati. ALS berlalu begitu saja. Lalu lewat KUPJ. Nah, ini terkenal angkutan express. Serba cepat, bisa cepat ke tujuan atau ke liang lahat. Sudah terkenal supir KUPJ kalo lagi nyetir sambil mabuk, taruhan, atau emang gak pernah punya SIM A.

Melihat namanya tertulis di depan KUPJ, langsung kupalingkan wajah jauh-jauh dari kernet “kumal”nya. KUPJ pun berlalu. Aman…. hehehehe

Trus, ada Karya Agung. Ah ini pun setali tiga uang dengan KUPJ, bedanya kernetnya lebih muda2. Beberapa kali saya naik angkutan ini. Tapi… koq malas ya naik yang satu ini.. (kebetulan ada sms masuk, jadi Karya Agung lewat begitu saja, walau agak pelan dan kernetnya maksa, ayo… ikut…!) EGP!

5 menit berlalu, matahari mulai terik. Di kejauhan ada Bayu (pasukan kuning). Saya lambaikan tangan, “Kanopan…?” “Naik!” kata kernetnya. Saya pun naik. Di dalam ada 5 penumpang termasuk saya. Saat di GOR terlihat ALS tadi lagi ‘ngetem’. Bayu berjalan santai, bahkan sangat santai. Dalam hati “kapan sampainya..?”

Tiba-tiba setelah Desa Janji, supir jadi blingsatan. Ngebut.. but.. but. Padahal jalanan berlobang. “Hajar pir… kata ibu2 penumpang”. Ternyata ada Karya Agung di belakang. Tak mau di dahului, kebut-kebutan pun terjadi. Saya hampir tak ingat kapan lewat simpang Aek Buru dan Merbau Selatan. Bahkan saat selisih dengan Ambulance pun supir tetap mau memborong jalan. Sesadar kemudian sudah di Simpang Berangir.

Didepan ada macet, aha.. mobilpun melambat. Ternyata… Karya Agung yang menawarkan jasa untuk membawa saya tadi bertabrakan. Lawannya gerobak Cold Diesel kuning. Kalau melihat kerusakan yang terjadi adalah Karya Agung menabrak gerobak. Supir cium supir. Halaaaaaah..h..    Pantes pagi2 ada Ambulance.. dan nyawaku ternyata masih di jagaNya. Alhamdulillah.

*)Pulangnya naik KA dari St. Mambang Muda ke R.Prapat

One thought on “Perjalanan Maut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s