RSS

Category Archives: rantauprapat

Master Plan Tata Ruang Kota Rantauprapat

Labuhanbatu kini sudah dibagi 3 (tiga), yakni Labuhanbatu Utara dengan ibukota Aek Kanopan, Labuhanbatu dengan ibukota Rantauprapat dan labuhanbatu Selatan dengan ibukota Kota Pinang.

Sejak resmi terbagi tentunya diharapkan peningkatan dari sektor ekonomi, pembangunan, kesehatan, pertanian dan pendidikan. Sektor lain mungkin sudah terpikirkan, hanya saja bagaimana rakyat Labuhanbatu khususnya bisa lebih makmur.

Di awal Februari 2011, harga getah/latex naik, menyusul stabilnya harga TBS (tandanan biah sawit) yang merata di Sumatera Utara. Saya tak membahas getah dan sawit karena saya bukanlah raja minyak dari Rantauprapat.

Saya lebih memandang Master Plan Tata Ruang Kota Rantauprapat. Lihatlah area public yang hijau hanya seputaran Ikabina dan Binaraga. Setiap sudut yang terlihat hanyalah Real estate dan Ruko menjamur. Lihatlah sepanjang Aek Tapa Ujung Bandar, Jl. Adam Malik, Lembah belakang Su**ya. Aek Matio, Jl. Adam Malik dan Sirandorung.

Dimana saya mendapatkan Roller coaster, Water Boom, Taman yang Rindang tanpa pedagang, dan lain sebagainya.. Saya juga bermimpi akan mendapatkan taman dengan danau buatan. Stadion bola standar Internasional, Gedung Pertemuan lebih besar dari gedung nasional. Bandar udara skala domestik.

Bukankah wilayah Jl. Ahmad Ridho masih potensi untuk dijadikan Square, mengapa jalan lingkar Aek Paing tak JOLAS. Aggghhrrr…  kalaulah boleh RSUD juga dipermak agar kinclong…

 
Leave a comment

Posted by on February 6, 2011 in rantauprapat, Tulisanku

 

Pengumuman Hasil Diklat PLPG Sumut

 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2010 in rantauprapat

 

Tags: , ,

Menjadikan Rantauprapat Kota Wifi

Banyak tahapan dalam pengembangan teknologi saat ini, seperti pesatnya teknologi informasi pada jaringan seluler. Awal saya kuliah pada titik awal reformasi di Indonesia, internet adalah teknologi mahal. Untuk biaya akses di warnet Rp.6000/jam. Untuk akses lewat telkomnet instan Rp.9900/jam.
Tetapi semua saling berlomba-lomba untuk menyajikan yang terbaik. Operator GSM dan CDMA sudah menuju teknologi broadband yang super cepat dengan biaya masuk akal. Ada juga operator yang rela menanam kabel optik dari Banda Aceh hingga Surabaya. Semuanya untuk pelanggan. Bandwidth pun di obral, padahal kebutuhan untuk browsing dan social group sudah sangat tercukupi.
Dengan dasar bandwidth yang melimpah, dibeberapa kota pun muncul RTRW Net berbasis wifi. Rantauprapat – Labuhanbatu, Sumatera Utara adalah salah satunya. Dimulai dari ICT, Nusa Net, Media.Net hingga statioNet. Menyusul beberapa sekolah baik negeri juga swasta.
Dari pantauan penulis, kebanyakan sekolah menggunakan perangkat dengan power 65mW – 400mW. Tetapi ada juga yang menggunakan booster. Beberapa titik signal wifi ini ada yang free alias gratis. Anda cukup nyalakan laptop lalu mengkoneksikan ke SSID tersebut.
Sampai tulisan ini dipublish, dipusat kota sudah terdeteksi 14 signal wifi yang cukup kuat dan sekitar 9 signal wifi yang lemah. Cukup cepat perjalanan teknologi wifi ini berkembang di Rantauprapat.

 
Leave a comment

Posted by on September 24, 2010 in internet, rantauprapat

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.