Gempa! where are you?

20 05 2008

Senin malam, (19/5) Saat itu saya sedang menunggu keluarga yang akan pulang ke Rantauprapat naik Kerata Api. Malam yang dingin karena hujan mengguyur cukup deras. Biasanya kalo sudah hujan pasti listrik pun padam. Tapi ini tetap menyala. Karena hujan saya pun menunggu di dalam mobil.

Tiba-tiba mobil bergoyang-goyang. “Ada apa ini?” tanyaku dalam hati. Sembari kulihat ke belakang, mungkin ada yang iseng menggoyang dari belakang mobil. Tidak ada yang menggoyang. “Gempa!, gempa, gempa..” aku keluar dari mobil dan orang-orang yang ada di Stasiun pun berhamburan ke halaman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah I Medan menyebutkan gempa berkekuatan 6,1 SR terjadi pada pukul 21:26:47 WIB dengan lokasi gempa berada pada koordinat 1,68 Lintang Utara (LU) dan 99,19 Bujur Timur (BT). Pusat gempa di darat berada pada arah 35 kilometer Barat Laut Kota Padang Sidempuan, Sumut dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan bumi, Haa… itukan kampungnya si Re.

“Re.. gimana family disana?” hatiku bertanya-tanya… Gempa memang sebentar, tetapi di daratan Cina gempa seminggu lalu sudah merenggut 30.000 nyawa lebih..

Anda lagi dimana saat gempa?





Macet yang menghibur

28 04 2008

Hari ini Kota Rantauprapat dilanda macet. Ternyata jalan protokol sudah tidak memadai lagi untuk menampung semua pengguna jalan. Macet kali ini dikarenakan ada Lomba Drum Band antar sekolah se Labuhanbatu.

Macet juga sering terjadi hanya gara-gara bis berhenti menaikkan penumpang disekitar Jl. WR Supratman, Thamrin, Sudirman, Ahmad Yani hingga SM Raja. Padahal kalau pihak Dishub dan Polantas mau bijaksana, TRUK roda 10 atau lebih juga Bus Antar Propinsi dilarang masuk kota. Kan sudah ada jalan by pass. Nah, disini ternyata pihak Dishub sangat “ramah”. Semua pengemudi truk di “salami“. Ck..ck..ck..

Nah, pas macet ini, saya langsung klik, klik… gimana? Bagus khan..