Sedih saya mengetahui bahwa yang menang adalah Tanjung Balai. Bukan saya tak suka tapi kapan Labuhan Batu bisa menunjukkan potensi. Mencermati perolehan hasil kemarin, labuhan batu hanya mendapat juara III golongan 30 juz putra, hanya itu. Kalau sudah seperti itu saatnya mencari kamping hitam. Ibarat pepatah “belajar sejak kecil ibarat menulis diatas batu”. Nah, 5 tahun terakhir ini siapa Bupati yang memimpin Labuhan batu. Jelas beliaulah yang bertanggungjawab terhadap prestasi warganya. Program untuk bebas buta huruf hijaiyah hanya slogan saja. Program untuk mencerdaskan menuju santri unggulan di pesantren hanya cuap-cuap. Ya Allah… sudah kah Kau tutupi hati Bupatiku ini, sehingga harta dunia saja yang dipikirkannya.
Malu, bagaimana warga Labuhan batu bisa simpati jika Bupati sudah TIDAK PEDULI dengan warganya. Sedekah itu tidak harus diketahui media massa, sembunyi-sembunyi saja supaya jangan jadi RIA. Kalau sudah ria tak ada pahala di sedekah tersebut. 2 Tahun lagi Pak, berikan yang terbaik buat warga Labuhan batu.
- Pendidikan Agama
- Keterampilan
- Lapangan Kerja
Sesudah itu, tercatat dalam sejarah bahwa siapa Bupati yang peduli terhadap warganya? jawab sendiri lah..
Kata Orang-orang Keren..