Belajar Sejak Kecil Bagai Mengukir di Atas Batu
April 8, 2008 at 5:35 am | In Tulisanku | Leave a CommentTags: cinta, database, google, Islam, Komputer, lagu mp3, Linux, Open Office, WARAS, warnet, yahoo
Dengan tergopoh-gopoh Pak Udin itu datang menghampiriku. Kaget juga dengan penampilannya. Biasanya Pak Udin pakaiannya tak pernah yang rapi, sekarang necis, parlente borjuis. “Wah, angin apa yang membuat Bapak kayak begini?” tak tertahan untuk segera menanyakannya. “Ah, Dik Hakim ini seperti tidak tahu saja, Lihat ini, beda kan?” sambil memutar dirinya bak pragawan di panggung.
“Iya, keren. Jadi lebih seperti onces ketuaan”. Candaku.
“Saya tetap WARAS, gak perlu risau.” Lanjutnya. Saya pun langsung menangkap sinyal. Ini Pak Udin jadi tim sukses pasti. Dan dugaan saya tak salah. Lalu kemudian menawarkan stieker, kaos dan kalender. Saya protes, “Kain sarung sama amplop mana?”
“Nanti kalo sudah menang, Apa yang kurang bisa ditutupi” Pak Udin meyakinkan. “Jadi sebagai apa nih Pak?” cecarku. “Saya dapat tugas bersih, mendata kemudian menginput ke database. Bisa Dik Hakim bantu saya. Ini komputer sudah datang cuma koq lain ya.. WS, Lotus koq gak ada?”
Dalam hati saya tersenyum, ini sudah jaman rekreasi ke bulan koq masih pake wordstar sama lotus123. “Pak Udin mungkin salah lihat, tapi kalo gak ada ntar saya masukkan.” Jawabku. “Kalau begitu bisa ajarin saya kan, nih paketnya”. Sambil menyerahkan sekantong hadiah, kami pun menuju rumah Pak Udin.
Pelatihan singkatpun berjalan. Rencana sehari satu jam selama seminggu. Dan hasilnya…. 15% materi yang dicoba berhasil melekat dalam sanubari Pak Udin. Heran saya, apakah saya yang gak bisa menyampaikan atau Pak Udin yang tidak bisa menerima. Mengajari Pak Udin di usia 49 tahun ibarat menulis di atas air. Itulah pendapat rekan-rekan di linkunganku. Padahal siapapun tahu, Pak Udin adalah orang yang pertama punya komputer di kampung, dia juga punya wartel dan minimarket sistem komputer. Koq hanya menjalankan OpenOffice dan memasukkan data berbasis web agak kesulitan.
Akhirnya, dalam kesepian kumerenung, Sebelum jatah usia habis, aku kan belajar dan belajar. Jangan sampai seperti Pak Udin yang di ujung usia tak mampu belajar lagi.
No Comments Yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
